Teknologi
Onno W Purbo Diundang ke Harvard University
Onno bertemu tokoh-tokoh TI dunia membicarakan strategi pengentasan kemiskinan lewat TI
Jum'at, 25 September 2009, 16:12 WIB
Indra Darmawan

VIVAnews - Tokoh teknologi informasi (TI) Indonesia Onno W Purbo pekan ini menghadiri undangan di Harvard University, untuk menjadi pembicara mengenai teknologi informasi sebagai sarana untuk mengentaskan kemiskinan.

Onno diundang ke acara ICT4Poverty, oleh dua pemenang nobel di bidang ekonomi, yakni Michael Spence dan Amartya Sen. Pertemuan yang diadakan pada 22-28 September 2009 itu juga akan dihadiri oleh belasan tokoh aktivis TI di seluruh dunia, yang kebanyakan bergelar profesor.

Mereka adalah pakar-pakar atau profesor-profesor dari Amerika Serikat, Kanada, Denmark, India, Costa Rica, dan lain-lain. Termasuk juga di antaranya adalah peraih nobel dari Bangladesh, Muhammad Yunus.

"Terus terang dunia banyak belajar dari aktivitas kita, bangsa Indonesia, tentang bagaimana cara memandaikan masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan, melalui kegiatan mandiri dan swadaya masyarakat, tanpa dukungan Bank Dunia atau bahkan pemerintah," ujar Onno.

Pertemuan para tokoh TI yang digelar di Faculty Club Harvard itu, akan mendiskusikan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk pengembangan TI demi mengentaskan kemiskinan di negara berkembang.

Onno mempresentasikan paper berjudul "Subtle Strategies in Unleashing Community's Inner Capacity". Dalam paper tersebut, Onno antara lain menceritakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh komunitas TI tanah air untuk mengembangkan TI dengan bantuan yang minim dari pemerintah.

Onno W Purbo"Seluruh aksi strategis musti dimaksimalkan untuk mencapai sasaran yang maksimal. Kita mencoba membawakan manfaat besar kepada banyak orang, dengan biaya serendah mungkin agar 240 juta rakyat Indonesia bisa dicerdaskan," ujar Onno dalam paper tersebut.

Selain itu, di forum tersebut, Onno juga menceritakan tentang perjuangannya untuk memerdekakan frekuensi 2,4 GHz sebagai pita frekuensi yang bisa digunakan oleh masyarakat, yang pada akhirnya dikabulkan pemerintah melalui Keputusan Menteri Hatta Rajasa No.2/ 2005 tentang Wireless Internet di 2.4GHz.

Selama ini, Onno memang dikenal sebagai tokoh aktivis TI yang kerap memperjuangkan internet murah untuk rakyat dan pendidikan. Selain itu, Onno juga selalu memperjuangkan teknologi open source dan telepon internet (Voice over Iinternet Protocol).

Doktor lulusan Universitas Waterloo Kanada itu, juga malahan kerap diminta bantuan keahliannya untuk mengembangkan teknologi di negara tetangga, seperti teknologi open source di Timor Leste atau teknologi 4G Thailand.

Karena pakar-pakar yang hadir dalam acara ICT4Poverty kebanyakan berasal dari kalangan akdemisi, menurut Onno, kehadirannya sebagai 'orang lapangan', membawa nuansa yang sedikit berbeda. "Akibatnya kelihatan menonjol sekali bahwa komunitas TI Indonesia jauh lebih kuat daripada semua negara yang hadir."

• VIVAnews
Rating
Komentar
roysukro
13/03/2010
Kalo bang 'Onno' khan pakar telemanika, kalo saya pakar 'Pornomatika' jadi kalo ada undangan bagaimana mengentaskan kemiskinan dengan porno saya pasti diundang.
Balas
razia warnet
18/02/2010
salut pak onno.....trus berjuang sampe seluruh penduduk dan pejabat indonesia MELEK INTERNET..bukannya malah di razia sama satpol goblok ama pejabat culun.......
Balas
ahfa42
18/02/2010
coba Om Roy diajak.. pasti seneng!
Balas
Dodol18
18/02/2010
Hidup Kang Onno, Roy Suryo mAH cuman bisa ngamong ja... tapi ga bisa prakteknya..
Balas
dkia
29/09/2009
wah yg bener aja roy suryo pakar akademis saja dan mungkin jarang terjun di lapangan seperti onno. Hidup onno. Lanjutkan!
Balas
Anonymous
28/09/2009
Roy suryo itu syapa ya? Bru denger deh namanya wkwkwkwkw
Balas
haerulsohib
28/09/2009
Yeahhh, satu putra bangsa yang gigih memperjuangkan TI di indonesia. Hidup pak Onno, apalagi orangnya ngak sombong :), ini baru namanya pakar TI.
Balas
raihan
28/09/2009
Mantaff kang Onno..Selamat dan sukses. Semoga Opensource di indonesia lebih cepat berkembang. serta Pendidik di indonesia dapat menerapkan Opensource. Pelajar dan Mahasiswa kita sudah keracunan mie kocok yang instan dan mahal harganya.
Balas
kanahoe
28/09/2009
kang onno dengan segala kesederhanaannya tetapi sangat serius dalam hal memajukan TI di Indonesia tidak boleh dibandingkan dengan mereka yang kelihatannya hebat tetapi tidak memperhatikan rakyat jelata... Semangat kang Onno . . .
Balas
Yusuf Saleh
28/09/2009
Selamat untuk kang Onno, teruskan perjuangan untuk mencerdaskan rakyat melalui TI...
Balas
Kirim Komentar
   
Nama
Email
Komentar
 
  Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
 
 
  *Jika anda member Vivanews, silahkan  atau