|
VIVAnews - Penjualan komputer di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjelang Lebaran mengalami penurunan hingga 40 persen.
Hal ini disebabkan tren penjualan komputer selama bulan Ramadhan tergeser oleh penjualan barang-barang kebutuhan pokok atau kebutuhan sehari-hari.
Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Yogyakarta, Hadi Santono mengatakan, meskipun di Yogyakarta sedang memasuki tahun ajaran baru, tetapi penjualan komputer, baik PC maupun notebook tidak signifikan peningkatannnya.
“Penjualan malah anjlok hingga 30 persen,” keluh dia kepada VIVAnews di Solo, Jumat, 11 September 2009. Menurut Hadi, di saat menjelang Lebaran, piranti komputer menjadi kebutuhan tersier yang tidak terlalu diminati.
Alih-alih, konsumen malah cenderung lebih mementingkan kebutuhan yang sifatnya mendesak, seperti kebutuhan pangan dan pakaian. “Setiap menjelang Lebaran penjualan komputer pasti anjlok,” ucapnya.
Kondisi serupa juga terjadi di Semarang dan Solo. Di Semarang, menurut Ketua DPD Apkomindo Semarang, Kadar Pano, penurunan penjualan komputer mengalami penurunan 30 persen.
Hal itu sudah berlangsung sejak awal Ramadhan. Di Solo, kondisi penjualan komputer juga mengalami penurunan drastis. Bahkan, mencapai kisaran 40 persen.
Akibatnya, para pedagang justru harus gigit jari menjelang Lebaran. Padahal biasanya di saat-saat seperti inilah para pedagang musti memberikan Tunjangan Hari Raya kepada para pekerja mereka. “Sejumlah pengelola toko mengeluh karena sepinya transaksi merugikan mereka,” kata Kadar.
Menurut, Ketua DPD Apkomindo Surakarta, Andoko, kondisi ini merupakan gejala tahunan. Kelesuan transaksi penjualan komputer ini diperkirakan baru akan berakhir usai Lebaran mendatang.
“Usai Lebaran nanti kita akan gencarkan promosi melalui pameran-pameran. Saya berharap dengan pameran itu transaksi penjualan komputer kembali pulih,” harap Andoko.
Laporan: Fajar Sodiq | Solo