Pusat rehabilitasi kecanduang internet memang banyak tersebar di China.
|
|
(www.issa-eg.org) |
|
VIVAnews - Seorang remaja yang dikirimkan ke pusat rehabilitasi di China untuk mengatasi kecanduannya terhadap internet dipukuli hingga tewas oleh pelatihnya.
Meski merupakan tempat untuk meredam kecanduan internet, tentu bukan ini maksud orangtua Deng Senshan, 16 tahun, saat mereka mengirimkan anaknya ke camp tersebut.
Saat ini, tiga orang pengawas yang seharusnya membimbing Senshan kini ditahan. "Kasus pelajar sekolah yang dipukuli hingga tewas oleh pengawasnya ini sedang dalam investigasi," kata seorang petugas kepolisian Nanning, Guangxi, China, seperti VIVAnews kutip dari Telegraph, 5 Agustus 2009.
Deng Fei, orangtua Deng Senshan membayar sekitar 1400 dolar AS pada Guangxi Qihuang Survival Training Camp untuk biaya rehabilitasi anaknya selama 1 bulan. Akan tetapi, setibanya di sana, Senshan malah dimasukkan dalam ruangan terpisah. Setelah itu ia dipukuli karena larinya terlalu lambat.
Pusat rehabilitasi kecanduan internet memang marak tersebar di China. Pasalnya, negeri itu memiliki lebih dari 10 juta pecandu internet. Meski begitu, sejumlah metode penyembuhan kontroversial sudah dilarang.
Bulan lalu, kementerian kesehatan China telah melarang penggunaan terapi kejutan listrik untuk merawat pecandu internet. Ke depannya, perawatan dengan memukuli pecandu internet mungkin akan dilarang juga.
• VIVAnews