Tabulasi Sistem SMS Cuma Butuh Rp 500 Juta
Dengan sistem SERIS, penghitungan suara bisa cepat, akurat, dan hemat.
Jum'at, 10 Juli 2009, 14:47 WIB
Indra Darmawan
Tampilan situs KPU pada pemilu presiden (KPU)

VIVAnews - Sistem tabulasi elektronik pada pemilu presiden 2009 yang menggunakan teknologi SMS ternyata tak hanya mampu menghadirkan hasil yang cepat namun juga menghemat pengeluaran dalam jumlah yang luar biasa besar.

Bila pada pemilu legislatif anggaran yang dikeluarkan negara untuk sistem TI bisa habis bermiliar-miliar, ternyata, untuk sistem SMS ini, pemerintah nyaris tidak mengeluarkan uang sama sekali. Sistem SMS kali ini pun merupakan hasil hibah dari organisasi nirlaba asal Amerika, International Foundation for Electoral System (IFES), yang berbasis di Washington DC.

Jantung dari sistem SMS sendiri adalah aplikasi SERIS yang bekerja menangani proses tabulasi, seratus persen secara otomatis. Jadi, sama sekali tidak ada campur tangan manusia dalam prosesnya. Satu-satunya campur tangan manusia hanya pada saat ketua KPPS melaporkan rekap suara di tiap TPS.

Menurut System Architect tim SERIS, Harry Sufehmi, sistem ini memiliki performa yang sangat baik. "SERIS  mampu menangani 23 ribu transaksi per detik," ujarnya. Padahal menurut Harry, SERIS cuma membutuhkan satu server aplikasi saja.

Harry menjelaskan, SERIS bisa begitu handal karena didukung oleh teknologi open source yang sudah sangat mature. Ia memanfaatkan stack LAMP yakni Linux Ubuntu sebagai sistem operasi, Apache sebagai web server, MySQL untuk database server, serta PHP untuk sisi web scripting.

Ajaibnya, SERIS ini cuma dikembangkan dalam waktu dua pekan saja. Tim SERIS sendiri cuma diawaki oleh 7 orang saja, termasuk Harry. Anggota tim SERIS lainnya adalah Abdullah Andi Koro (network administrator), Digit Oktavianto (system administrator), Johan Rukmana (Flash developer), Riyogarta Pratikto (lead developer), Rizki (system administrator), Wibisono Sastrodiwiryo (senior developer), dan Yanmarshus (quality assurance).

Tim pengembang SERIS, sistem tabulasi elektronik berbasis SMS

Total, SERIS cuma butuh sistem yang menggunakan 7 buah server, serta beberapa perangkat jaringan tambahan seperti switch, hub dan firewall. Masing-masing server cukup menggunakan dua prosesor berinti empat (quad core), dengan RAM berkapasitas 8 GB, hard disk seluas 2 TB.

Menurut Lead Developer tim SERIS Riyogarta Pratikto, pengadaan SERIS sendiri tak memakan biaya yang besar. "Semuanya cuma Rp 500 juta, sudah termasuk membayar tim," ujar Riyogarta. Sementara untuk jaringan, kata Riyo, Telkomsel berbaik hati untuk menyediakannya secara cuma-cuma.

Bandingkan saja dengan pengadaan sistem TI pada pemilu legislatif lalu. Menurut Independent Monitoring Organization (IMO) yang terdiri dari beberapa LSM seperti ICW KIPP, dan FITRA, anggaran teknologi informasi pada pemilu legislatif lalu mencapai Rp 234,02 miliar. Data tersebut diolah dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) KPU, dan KPU-KPU Daerah.

Dalam semalam saja, sistem SMS mampu menghimpun lebih dari 10 persen suara pemilih yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT). Sementara pada pemilu legislatif lalu, tabulasi elektronik butuh lebih dari 10 hari untuk mencapai jumlah suara yang sama. Padahal saat itu KPU menggunakan puluhan server.

Dengan suksesnya tabulasi elektronik kali ini, teknologi SERIS kemungkinan besar akan kembali digunakan kembali pada pemilihan kepada daerah mendatang.

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.