Aktivis PDIP Ajak Grup FB Anti Mega Bertemu
Para anggota grup cuma ingin berdiskusi lewat Facebook
Selasa, 7 April 2009, 20:25 WIB
Indra Darmawan
Grup menolak Megawati di Facebook  

VIVanews --  Maraknya aksi menolak Megawati di Facebook akhirnya mengundang reaksi dari pendukung Megawati. Salah satu aktivis partai mengajak para anggota Group  'Say "NO!!!" to Megawati' untuk berdiskusi di rumahnya.

"Untuk creator group ini, saya mengundang anda ke ruma untuk kita diskusi.. saya kira lebih bermanfaat buat bangsa ini. bukankah kita bangsa berjiwa besar. Konstruktif dan Positif lebih baik daripada menegasikan pihak lain," ujar Agus Margono, Ketua Ranting PDIP Pondok Karya Bintaro dalam postingnya di salah satu topic Facebook 'Say "NO!!!" to Megawati'

Namun, ajakan berdiskusi kepada group yang anggotanya kini berjumlah lebih dari 30 ribu orang itu kurang ditanggapi dengan serius. Beberapa di antara anggota malah menanggapinya bernada setengah bercanda.

"Emang org PDIP bisa diskusi??" ujar Gembong Siswandi. Atau, "Aduh.khawatir saya.. Jgn2 bukan mau diajak diskusi tapi mau di....@*&^#*&^@.." Yudi Herdiana menimpali.

Tapi kebanyakan anggota lebih menginginkan agar diskusi dan tukar pikiran dilakukan di media facebook ketimbang bertemu secara langsung. "Loh..udah disediakan media internet..facebook khususnya...kok malah pilih yg konvensional?" ujar Indra Pratama.

Hingga Selasa 7 April petang, ajakan Agus untuk berdiskusi secara langsung belum direspons. "Belum ada yang menghubungi saya untuk bertemu," kata Agus kepada VIVAnews.
 
Menurutnya, keinginannya untuk berdiskusi sama sekali bukan tugas resmi dari partai karena Agus berada di struktur yang paling bawah. "Ini hanya inisiatif pribadi saya."

Hingga saat ini, Agus pun tak tahu apakah ada orang Dewan Pimpinan Pusat yang ditugaskan untuk mendekati group yang cukup populer di Facebook ini. "Sejak dulu partai kami memang punya kekurangan di masalah komunikasi," Agus mengakui.

Padahal, bila gerakan di dunia maya seperti itu dibiarkan malah bisa merugikan partainya. "Partai kami sebenarnya sangat memerlukan masukan-masukan dari anak-anak muda seperti mereka, karena apa yang mereka suarakan adalah cerminan dari bawah," kata Agus.

Lebih jauh, menurut Agus, PDIP seharusnya juga membuat respons terhadap wacana yang berkembang di situ, agar informasi yang kurang akurat, bisa diminimalisir.

Sementara itu, Agus mengaku tak merasa sakit hati kendati ajakannya banyak mendapat respon negatif bahkan cacian dari anggota group Facebook yang didominasi oleh anak muda itu. "Itu sudah biasa bagi kami. Di partai, saya mendapati kondisi yang lebih parah hingga banting-bantingan kursi," kata Agus.

• VIVAnews
 
komentar
herufarevan
07/04/2009
Partai yg suka banting banting kursi kok dipilih, nanti kalo udah kepilih, rakyat yang dibanting banting. Naif..........
hadi suharto
07/04/2009
partai pengecutttttttt wong kerjaan banting kursi kok di banggakan bikin maluuu dah gitu di bilang biasa lagii dasar agus asuss Wedus wedus.....
kukuh
07/04/2009
untuk sdr. Agus Margono, bisakah anda memberikan penjelasan atas hal ini? Apa maksud dan tujuan sehingga pemimpin partai anda bisa melakukan hal ini? coba ingat pasal di UUD45. "Selain itu, kasus penjualan obral besar-besaran LNG Tangguh ke Cina juga telah merugikan negara ratusan triliun rupiah. Kasus ini terjadi di masa Megawati. Tim negosiasi Tangguh dipimpin Taufik Kiemas, suami Megawati. Kontrak LNG Tangguh disetujui pemerintah Megawati pada 2002. Saat itu pemerintah setuju dengan tawaran kontrak seharga 2,4 dolar AS per mmbtu dan merupakan nilai kontrak terendah sedunia. Parahnya, harga itu ditetapkan tetap atau flat selama 25 tahun! Sedangkan saat ini harga LNG dipasaran international berkisar 20 dolar AS per mmbtu. Negara jelas merugi ratusan triliun akibat ulah rezim Mega dari kasus LNG tangguh saja, belum yang lain" dikutip dari era muslim.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.