Teknologi
Software Kompresi Smartcard Buatan Indonesia
Software bisa digunakan untuk mengompres data XML dan dimasukkan ke dalam smartcard.
Jum'at, 5 Maret 2010, 09:42 WIB
Muhammad Firman
Muhammad Firdaus, dosen Untag, Surabaya, pembuat software kompresi smartcard (Surabaya Post/Denny Sagita)

SURABAYA POST - Maraknya tindak kejahatan pembacaan kartu ATM berbasis teknologi pita magnetik secara ilegal (skimming) beberapa waktu belakangan, membuat banyak pihak mulai melirik cara pengamanan baru kartu ATM menggunakan chip kartu pintar (smartcard).

Teknologi yang belum banyak digunakan di Indonesia ini sebetulnya tidak terbatas penggunaannya pada kartu ATM. Teknologi smartcard bisa juga dipakai untuk berbagai bidang seperti pendidikan misalnya untuk menyimpan data siswa, pada bidang kesehatan untuk merekam riwayat kesehatan seseorang. Smartcard dipilih karena tingkat pengamanannya yang lebih baik dibanding pita magnetik.

Meski demikian layaknya kartu dengan pita magnetik, smartcard juga mempunyai keterbatasan dalam hal kemampuan penyimpanan data. Kemampuan smartcard untuk menampung data sangat terbatas. Besarnya data yang bisa disimpan dalam satu smartcard sangat berpengaruh terhadap harga yang harus dibayar untuk mendapatkan smartcard tersebut.

“Semakin besar kapasitas smartcard, semakin mahal pula harganya,” kata Muhammad Firdaus, dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Rabu (3/3).

Karena mahalnya harga itulah pria kelahiran Malang ini melakukan penelitian untuk memperkecil data yang bisa dimasukkan ke dalam smartcard. Sehingga bisa menghemat kapasitas penyimpanan dan akhirnya bisa menghemat biaya pembelian smartcard tersebut.

Dari penelitiannya, pria 34 tahun ini berhasil membuat sebuah software yang bisa mengompresi atau memperkecil ukuran data yang bisa dimasukkan dalam sebuah smartcard.

Software yang dinamai XCS (XML Compressor for Smartcard) ini bisa digunakan untuk mengompres data berjenis XML yang bisa dimasukkan dalam suatu smartcard. Selain bisa mengompres data, software ini juga mempunyai kemampuan melakukan pemekaran data yang dikompres secara otomatis ketika digunakan.

Dalam penelitiannya, Firdaus bereksperimen dengan mengompresi data akademik mahasiswa Untag dengan tingkat efisiensi yang cukup meyakinkan, sekitar 89%. 

Laporan: Denny Sagita

• VIVAnews
Rating
Komentar
Leeyan Noriko Feodora
24/05/2010
Semoga aja pengembangan2 selalu dilakukan khususnya oleh bangsa indonesia, teruz maju dan semangat.
Balas
nopal
17/04/2010
Indonesia dibilang telat untuk teknologi 1 ini. klo di indo, SmartCard cuma digunakan utk kartu kredit doank.. sedangkan di negara lain misalnya Korea. SmartCard sdh digunakan di kartu ATM..
Balas
bernardus
24/03/2010
moga2 inovasi ini bisa segera digunakan dan dimanfaatkan oleh banyak pihak, trutama oleh pihak bank, supaya mengurangi kekhawatiran nasabah2nya..maju terus pak dosen! b ^^ d
Balas
bernardus
24/03/2010
inovasinya hebat,pak dosen...smoga teknologinya dpt segera bisa digunakan dan dimanfaatkan juga oleh pihak bank, supaya mengurangi kekhawatiran nasabah2nya...
Balas
Masirul
21/03/2010
Tinggal bagaiaman kita mengapresiasi karya anak bangsa, jangan hanya mencemooh......salam satu jiwa...maju terus Mas...
Balas
yudi kurniawan
05/03/2010
wah makin pintar aja orang indonesia........ semoga bisa dikembangkan dan dimanfaatkan ilmunya dengan baik
Balas
Kirim Komentar
   
Nama
Email
Komentar
 
  Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
 
 
  *Jika anda member Vivanews, silahkan  atau