Infrastruktur Telekomunikasi
BTS Hidrogen Hemat Biaya 30-40 Persen
Meskipun butuh investasi awal yang lebih besar, biaya OPEX BTS hidrogen lebih rendah.
Senin, 23 November 2009, 17:47 WIB
Muhammad Firman, Muhammad Chandrataruna
  (flickr.com)

VIVAnews - Dari sisi efisiensi, menara BTS yang menggunakan sumber energi hidrogen relatif lebih baik ketimbang BTS konvensional yang mendapatkan energi dari generator diesel. Keterangan tersebut diungkapkan oleh Benoit Hansen, Direktur Teknik HCPT Indonesia.

“Untuk efisiensi daya dan energi, kurang lebih sama dengan yang bertenaga generator diesel. Tetapi, dengan menara BTS hidrogen, kami bisa menghemat biaya 30 hingga 40 persen,” kata Hansen, di sela peresmian menara BTS hidrogen di Jakarta, 23 November 2009.

“Jadi, meskipun membutuhkan investasi yang relatif lebih besar di awal, menara BTS hidrogen memakan biaya operasional atau operational expenditure (OPEX) yang rendah,” kata Hansen. “Pemeliharaannya pun lebih mudah,” ucapnya.

Sebagai gambaran, jika BTS bertenaga diesel membutuhkan 1,5-2 liter untuk satu jam operasi, BTS hidrogen hanya membutuhkan 1 tabung untuk durasi yang sama. Dan, satu tabung hidrogent tersebut berukuran 6 meter kubik.

“Dengan begitu, satu menara BTS yang rata-rata dimotori 6 tabung dapat beroperasi hingga 36 jam untuk kemudian diganti dengan tabung hidrogen yang baru,” ucap Hansen.

Hansen menyebutkan, untuk green power, biaya operasionalnya bisa dipastikan lebih murah. Hanya saja, perusahaan perlu menyisihkan budget investasi yang lebih besar. “Namun, melihat ini akan berlangsung dalam periode waktu yang lama dan memakan OPEX yang rendah, bagi perusahaan teknologi akan tetap menguntungkan,” ucapnya.

Untuk tahap awal, ucap Hansen, pihaknya mengembangkan menara BTS hidrogen di Pulau Jawa, Sumatera, dan sebagian Bali terlebih dulu. “Alasannya karena, trafik Tri di beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, Palembang, Padang, Denpasar, dan beberapa kota lainnya, cukup tinggi,” ucap Hansen.

“Ke depannya, setelah Februari, kami terus melakukan ekspansi, dengan mengutamakan daerah-daerah terpencil (rural area) di pelosok Tanah Air,” kata Hansen.

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.



BERITA TEKNOLOGI TERPOPULER