Tahun lalu BTel juga memperoleh penghargaan dari lembaga yang sama untuk kategori berbeda.
|
|
Bakrie Telecom meraih penghargaan Market Chellenger of the Year 2009 (bakrietelecom.com) |
|
VIVAnews - Bakrie Telecom (BTel) terpilih sebagai Market Challenger of the Year di 2009 Frost & Sullivan Indonesia Telecom Award. Adapun Frost & Sullivan merupakan sebuah lembaga konsultan dan riset bisnis yang berkantor di Singapura.
Penghargaan diserahkan langsung oleh perwakilan dari Frost & Sullivan pada Muhammad "Danny" Buldansyah, Wakil Direktur Utama BTel Rabu malam lalu di Jakarta.
Sebelumnya, tepatnya, tahun lalu, BTel juga memperoleh penghargaan dari lembaga yang sama untuk kategori Asia Pacific's Most Promising Service Provider of the Year. Saat itu, BTel merupakan penerima award dari Indonesia pertama sepanjang sejarah Frost & Sullivan ICT Awards tingkat Asia Pasifik, yang dilaksanakan untuk kelima kalinya di Singapura.
Penghargaan Frost & Sullivan diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang tak hanya mampu melampaui batasan sebagai perusahaan dengan kinerja memuaskan, tapi juga menunjukkan kontribusinya dalam perkembangan industri telekomunikasi Indonesia.
Khusus BTel, predikat market challenger of the year diberikan karena lembaga konsultan internasional ini memandang BTel mampu memberikan kontribusi maksimal dan sangat mempengaruhi industri telekomunikasi nasional.
Seperti VIVAnews kutip dari keterangan pers, 13 November 2009, kriteria penilaian meliputi kinerja dan pertumbuhan operasional, seperti pendapatan, jumlah pelanggan, ARPU, dan menciptakan terobosan berarti dalam setiap produk, layanan atau pun strategi bisnisnya.
“Inovasi yang kami kembangkan tidak hanya memberikan tarif paling murah, tapi terus membuka produk dan layanan baru yang pertama di Indonesia bahkan di Dunia,” ujar Danny.
Sebagai contoh, Danny menunjuk pada kesuksesan Esia dalam mengeluarkan program Esia Suka-Suka, di mana masyarakat dimungkinkan untuk memilih sendiri nomor teleponnya, atau bundling ponsel yang sesuai dengan komunitas khusus, seperti Hape Esia Hidayah, Slank, atau pun Slim, bahkan hingga tarif SMS Rp 1 per karakter.
“Melalui program-program tersebut, BTel merubah paradigma pendekatan pelanggan dengan memberikan kebebasan pada pelanggan untuk memilih sendiri jenis layanannya, mulai dari nomor telepon, tarif telepon hingga tarif sms-nya,” ucap Danny.
• VIVAnews