Untuk menyiasati pembangunan backbone, sebagian anggaran perlu dibiayai dari pungutan USO.
|
|
Palapa Ring (Mastel) |
|
VIVAnews - Proyek pembangunan infrastruktur telekomunikasi nasional yakni Palapa Ring yang akan menghubungkan seluruh Indonesia lewat jalur serat optik tertunda-tunda. Salah satu kendalanya adalah masalah biaya.
Untuk itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengusulkan dibuatnya lembaga pembiayaan bagi pengusaha kecil dan menengah di bidang telekomunikasi dan informatika (telematika) atau ICT Fund.
Menurut Basuki Yusuf Iskandar, Sekretaris Jenderal Depkominfo sekaligus Dirjen Postel, ICT Fund dikumpulkan untuk membangun jaringan broadband. “Seperti yang kita ketahui, kondisi backbone tanah air sekarang ini sangat menyedihkan,” ucap Basuki di sela sambutannya pada acara The 2nd International Indonesia Telecoms Summit 2009, 12 November 2009.
Secara ekonomi dan politik, Basuki menyebutkan, infrastruktur telekomunikasi di Indonesia belum terintegrasi secara domestik dan itu merupakan masalah yang cukup serius.
“The Power of Broadband akan benar-benar terwujud jika infrastrukturnya di Indonesia bagian Barat dan Timur terintegrasi,” kata Basuki.
Menurut Basuki, untuk menyiasatinya, pembangunan backbone perlu dibiayai dari pungutan USO nantinya. “Saya kira ini tidak akan membebani industri telekomunikasi,” ucap Basuki. “Kita hanya mengambil jatah 1 persen dari total estimasi Rp 1,2 triliun per tahun untuk backbone,” ucapnya.
• VIVAnews