Pasar Seluler
Pemakai BlackBerry Harusnya Jauh Lebih Banyak
Salah satu alasannya adalah karena ‘ngaretnya’ perkara service center RIM di tanah air.
Rabu, 11 November 2009, 12:35 WIB
Muhammad Firman, Muhammad Chandrataruna
BlackBerry Bold (gopaultech.com)

VIVAnews - Pengguna layanan BlackBerry di tanah air lewat empat operator GSM yang menyediakan layanan tersebut mencapai sekitar 600 ribu pengguna. Adapun pengguna layanan BlackBerry XL sudah mencapai angka 200 ribu.

Meski demikian, pihak Excelcomindo Pratama (XL), salah satu operator yang menghadirkan layanan tersebut menyebutkan, seharusnya pelanggan BlackBerry di Indonesia jauh lebih banyak dari itu.

“Pelanggan BlackBerry Excel telah mencapai angka 200 ribu pengguna, dari kapasitas maksimum kita saat ini yakni untuk 260 ribu pengguna,” kata Joy Wahyudi, Direktur Commerce XL, pada wartawan di Jakarta, 11 November 2009. “Padahal, tadinya ekspektasi kami bisa mencapai 300 ribu di akhir tahun ini,” ucapnya.

Joy menyebutkan, target tersebut terpaksa direvisi. Salah satu alasannya adalah karena ‘ngaretnya’ perkara service center RIM di tanah air.

“Kalau tidak ada penundaan-penundaan yang semenstinya, seperti aturan importasi, pembangunan service center, saya kira kami bisa merangkul sekitar 300 ribu user di akhir tahun ini,” ucap Joy.

Dari sisi perangkat, Joy menambahkan, pengguna BlackBerry Bold masih menunjukkan grafik kenaikan yang signifikan. “BlackBerry Bold masih tetap yang paling dicari,” ucapnya. “Walaupun ada BlackBerry Gemini yang relatif lebih terjangkau, tetapi, itu tidak bisa disamakan, karena Gemini kan baru diluncurkan,” ucapnya.

Joy menjelaskan, dari sisi layanan, BlackBerry terdiri device, service, dan aplikasi. “Untuk device, harga rata-rata BlackBerry seharga US$ 400. Untuk services, range-nya mulai dari Rp 55 ribu sampai Rp 210 ribu, untuk pelanggan korporat,” kata Joy. “Untuk aplikasi, per sekali download, ada yang free, ada juga yang bayar, rata-rata rp 5000 per aplikasi,” ucapnya.

Dari angka-angka tersebut, diperkirakan kontribusi revenue bagi penyedia adalah 70% untuk device, 25% services, dan 5% untuk aplikasi.

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.



BERITA TEKNOLOGI TERPOPULER