Sekitar 75 persen dana capex digunakan untuk pengembangan bisnis inti.
|
|
BTEL raih penghargaan Indonesia Contact Center Association |
|
VIVAnews - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 2 triliun pada 2010. Sekitar 75 persen dana capex digunakan untuk pengembangan bisnis inti, sedangkan 25 persen guna sistem pendukung.
"Belanja modal tiga tahun US$ 600 juta, atau sekitar Rp 2 triliun per tahun," kata Direktur Pelayanan Korporasi Bakrie Telecom Rakhmat Junaidi pada acara halal bi halal Bakrie Telecom di Jakarta, Selasa 3 November 2009 .
Dana capex US$ 600 juta untuk tiga tahun (2008-2010) tersebut, Rakhmat menjelaskan, berasal dari hasil penerbitan saham baru (rights issue) sebesar US$ 300 juta, vendor financing (US$ 150 juta), dan kas internal (US$ 150 juta).
Dia menuturkan, hingga Juni 2009, pendanaan belanja modal tahun ini sudah mencapai Rp 1,5 triliun. "Capex ini semuanya untuk kegiatan yang sifatnya organik, untuk pertumbuhan," ujarnya. Porsi capex terbesar di antaranya untuk pengembangan menara dan sentral operasi.
Terkait jumlah pelanggan, Bakrie Telecom menargetkan 14 juta pelanggan hingga akhir tahun ini. Per 31 Juni 2009, jumlah pelanggan Bakrie Telecom sudah mencapai 8,9 juta. "Akhir tahun ini kami optimis dapat tercapai," kata Rakhmat.
Untuk mengejar target tersebut, perseroan meningkatkan kapasitas bandwidth sebesar 1,25 megabyte (MB) untuk Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. "Kapasitas kami saat ini sudah menjadi 5 MB," katanya.
Rakhmat mengatakan, walaupun kapasitas bandwidth meningkat, peningkatan pelanggan juga dipengaruhi jumlah menara base transceiver station (BTS) dan optimalisasi jaringan.
Bakrie Telecom hingga kini telah memiliki sekitar 4.000 menara dan beroperasi di 73 kota. "Saat ini, perusahaan tengah mengkaji penambahan menara untuk tahun depan," kata Rakhmat.
arinto.wibowo@vivanews.com
• VIVAnews